Pages

Tampilkan postingan dengan label sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sains. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2012

Badai Matahari Mencapai Bumi


Diperkirakan, akan terjadi badai matahari terbesar dalam 5 tahun terakhir.

Badai matahari diperkirakan akan mencapai bumi pada Kamis 8 Maret 2012. Dua lidah api besar terlontar dari matahari pada Selasa 6 Maret yang lalu. Fenomena itu diprediksi menimbulkan badai matahari terbesar dalam kurun lima tahun terakhir.


Menurut peneliti cuaca National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), Joseph Kunches, badai itu terlihat seperti aurora matahari yang kuat. "Aurora mungkin menjadi sesuatu yang menarik yang bisa kita lihat saat terjadi ledakan di matahari," kata Kunches seperti dikutip space.com, Rabu kemarin. Aurora bukan satu-satunya produk sampingan dari badai matahari.

Lidah api matahari itu melepaskan awan plasma dan partikel bermuatan listrik, yang disebutcoronal mass ejection (CME), ke angkasa. Namun, CME diperkirakan tidak akan menabrak bumi secara langsung, gelombang ini diperkirakan akan menghantam planet lain.

Kunches mengatakan, CME yang melaju dengan kecepatan 4 juta mil per jam akan mencapai bumi pada Kamis pukul 07.00 pagi waktu AS (12.00 GMT). Namun, material yang terbawa badai itu baru sampai ke bumi pada 01.25 waktu AS (06.25 GMT), plus minus 7 jam.

Energi partikel itu mempengaruhi medan magnet bumi, sehingga aurora akan tampak lebih jelas pada tempat-tempat tertentu di bumi. "Orang yang mengamati langit di semua lintang harus waspada pada aurora," tulis astronom Tony Phillips pada website-nya.

Fenomena ini akan menyebabkan sejumlah gejala di bumi. Lidah api matahari yang kuat dan CME yang dihasilkan dapat menimbulkan badai geomagnetik dan radiasi matahari.
"CME dapat mengakibatkan badai geomagnetik yang parah, menimbulkan aurora di lintang rendah, dengan kemungkinan gangguan pada komunikasi radio pada frekuensi tinggi, sistem penentuan posisi global (GPS), dan jaringan listrik," kata ilmuwan NASA dalam sebuah pernyataan dikutip space.com.

Geomagnetik dan badai radiasi matahari terkadang juga mengganggu komunikasi dan jaringan listrik di Bumi. Satelit di ruang angkasa juga bisa terganggu fenomena itu.

"Ada potensi arus induksi di jaringan listrik," kata Kunches. "Operator jaringan listrik semuanya telah diberi tahu. Fenomena ini bisa menyebabkan arus induksi tidak diinginkan." Tak hanya itu, fenomena ini juga bisa menyebabkan gangguan komunikasi pada pesawat yang terbang di atas kutub.
• VIVAnews 

Asteroid 2012 DA14 Akan Tabrak Bumi di 2013?

Asteroid sepanjang 150 kaki atau 45,7 meter akan berada dalam jarak relatif sangat dekat dengan Bumi. Saking dekatnya, batu angkasa yang diberi nama 2012 DA14 akan melayang di bawah satelit buatan manusia yang mengorbit di sekitar planet kita.

Menurut laporan dampak risiko Badan Antariksa Ameriksa Serikat (NASA) mengatakan, kemungkinan asteroid itu manghantam Bumi sangat rendah, namun pada 15 Februari 2013, jaraknya hanya sekitar 17.000 mil atau 27.358,8 kilometer, lebih dekat dari satelit geostasioner yang diluncurkan manusia ke luar angkasa.
Jika asteroid seukuran itu sampai menabrak Bumi, ia akan memicu ledakan setara bom nuklir.

Dua astronom dari Observatorio AstronĂ³mico de La Sagra, Spanyol menemukan 2012 DA14 pada akhir Februari 2012.

Hasil kalkulasi yang didapatkan, orbit batu angkasa itu sangat mirip dengan Bumi. Beberapa laporan berspekulasi, bahwa kemungkinan tubrukan pada 15 Februari tahun depan besar. Namun, astronom  Phil Plait, pemilik blog Bad Astronomy, mengesampingkan dampak itu.

"Asteroid 2012 DA14 hampir pasti tak akan menabrak Bumi Februari tahun depan. Kemungkinannya sangat rendah, nyaris nol. Dengan tak mengesampingkan dampaknya di masa depan, untuk saat ini, kita masih aman," kata dia, seperti dimuat Daily Mail, Senin 5 Maret 2012.

Terkait jaraknya yang bahkan lebih dekat dari satelit buatan manusia, Plait mengatakan, tak ada yang perlu dikhawatirkan.  "Tujuh belas ribu mil jauh di bawah banyak satelit kita yang mengorbit Bumi. Sejauh yang saya ketahui, ini adalah asteroid seukuran itu yang terdekat selama ini. Bagaimanapun, ia tak akan menabrak Bumi. Secara astronomi, 17.000 mil adalah jarak yang dekat, tetapi dalam istilah manusia, tak akan ada ancaman."

Setelah 2013, Asteroid 2012 DA14 akan kembali mendekati Bumi pada tahun 2020. Namun, menurut Plait, peluangnya untuk membahayakan umat manusia lebih rendah dari peluang seseorang tersambar petir dalam hidupnya. Yakni 1: 100.000.

Ancaman 2040
Sementara Asteroid 2012 DA14 sangat jarang disinggung keberadaannya, para astronom kini disibukkan mengantisipasi ancaman yang mungkin disebabkan sebuah batu angkasa 28 tahun mendatang. Tepatnya 5 Februari 2040.

Astronom dunia, dari Badan Antariksa Eropa (ESO) dan  Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) kini sedang memusatkan perhatian pada pergerakan sebuah asteroid yang besarnya sedikit lebih panjang dari lapangan bola. Namanya, Asteroid 2011 AG5. Kemungkinannya menabrak Bumi adalah 1:642, peluang terbesar yang pernah ada.

Meski ukurannya tak sebesar batu angkasa yang memusnahkan spesies Dinosaurus 65 juta tahun lalu, para ilmuwan tak menganggap remeh asteroid ini. NASA telah menempatkannya dalam obyek benda dekat Bumi yang harus diawasi. Asteroid ini bahkan jadi agenda pembicaraan penting dalam pertemuan Komite Sains PBB atau United Nations Scientific and Technical Subcomittee awal bulan ini di Wina.

Sebab, jika asteroid itu lolos dan menabrak sebuah kota, niscaya jutaan nyawa akan melayang.
• VIVAnews 

Si Cantik Aurora dari Badai Matahari


 Minggu ini, penduduk Bumi dibuatdag dig dug dengan fenomena alam, badai matahari. Matahari memasuki siklus 11 tahunan dengan letupan-letupan lidah apinya. 

Badai matahari ini dikhawatirkan akan mengganggu teknologi di bumi mengingat partikel bermuatan yang terpancar dan sampai bumi menciptakan medan magnetik. Badai matahari diketahui dapat mengganggu jaringan listrik, navigasi satelit, dan rute pesawat.

Namun, sejauh ini tidak ada laporan insiden besar meski manusia tetap harus waspada mengingat badai matahari ini masih berlangsung dan mencapai puncaknya akhir 2013 hingga 2014.

Satu 'penghiburan' yang dapat dinikmati manusia dari badai matahari ini adalah penampakan Aurora atau Cahaya Utara.
Aurora atau cahaya utara dari badai matahari

Beberapa laporan mengenai penampakan cahaya cantik ini dari dari berbagai belahan bumi. Rob Steenburgh, petugas dari Space Weather Prediction Center, Colorado mengatakan ada laporan bahwa aurora muncul di Kanada dan tenggelam di lapisan utara bagian Amerika Serikat.

Aurora juga tampak di Australia. Pengemudi truk yang kembali dari tambang berlian di wilayah Northwest, Australia menikmati pemandangan terbaik aurora di atas Prosperous Lake.
Aurora atau cahaya utara dari badai matahari Maret 2012

Selain Australia dan Kanada, aurora juga tampak di Amerika Utara. Cahaya ini mencapai puncaknya di Kamis malam.

Aurora atau cahaya utara dari badai matahari Maret 2012
• VIVAnews 

Diprediksi, Bakal Ada 6 Badai Besar Matahari


Penduduk Bumi belum bisa sepenuhnya bernapas lega setelah badai matahari pada 8 Maret lalu. Menurut pakar antariksa, ada lima atau enam badai besar lagi yang akan datang dalam 18 bulan mendatang.

Seperti diberitakan Telegraph, ilmuwan antariksa Maggie Aderin-Pocock menilai dalam insiden alam ini matahari memancarkan sejumlah besar material. "Lima atau enam yang besar dan beberapa yang kecil," kata Aderin-Pocock. Tapi, imbuhnya, jilatan badai matahari ini tidak selalu mengarah ke Bumi.

Peringatan ini sendiri muncul dari badai matahari yang terjadi Kamis lalu. Para ahli berspekulasi akan ada pemadaman listrik, gangguan GPS, dan gangguan besar pada industri penerbangan seiring lontaran partikel dari Matahari sampai ke Bumi dengan kecepatan 4 juta mil per jam.

Sejauh ini, badai Matahari tidak memberi gangguan berarti pada teknologi di Bumi, apalagi sampai mengancam keberadaan manusia. "Sejauh ini tidak ada laporan kerusakan. Tapi, badai ini baru permulaan," kata Aderin-Pocock.

Meski badai Matahari yang lalu tidak terlalu berdampak luas, dia mengingatkan kemungkinan ada badai yang lebih besar di kemudian hari. Saat memancarkan partikel bermuatan tersebut, matahari juga menciptakan medan magnetik. Dan badai ini bisa bergerak ke arah mana pun. Jika langsung menuju Bumi, penduduk bisa menyaksikan Cahaya Utara atau aurora.

Satelit menjadi salah satu piranti yang paling rentan terkena dampak badai matahari ini. "Puncak badai ini akhir 2013. Kita akan melewati cuaca antariksa yang berat ke depan tapi setelah itu akan mereda."

Sementara itu, peneliti antariksa dari Imperial College London, Jonathan Eastwood, menjelaskan saat ini medan magnetik Bumi sedang mencoba membelokkan material Matahari di sekitarnya. Dan, peneliti di Inggris dan seluruh dunia sedang mengamati apakah medan magnetik ini bisa bertahan.

Craig Underwood dari University of Surrey menilai badai ini memang paling besar dalam beberapa tahun terakhir tapi bukan yang paling parah. Dia juga menegaskan peristiwa alam ini menjadi peringatan pada manusia. "Bagaimana kehidupan modern kita sangat tergantung pada teknologi antariksa dan jaringan listrik nasional." (kd)


Sumber : viva news

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More